
Makassar, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, bukan hanya terkenal karena keindahan Pantai Losari-nya, tetapi juga karena ragam kuliner khas yang menggugah selera.
Setiap makanan khas Makassar memiliki cita rasa yang kuat, gurih, dan kaya rempah—hasil perpaduan budaya Bugis dan Makassar yang telah turun-temurun.
Coto Makassar adalah ikon kuliner utama Kota Daeng.
Hidangan ini terbuat dari daging sapi yang dimasak bersama jeroan, lalu disajikan dengan kuah kental berwarna coklat kehitaman hasil rebusan kacang tanah dan rempah khas Makassar.
Biasanya, Coto Makassar disajikan bersama burasa atau ketupat, menambah cita rasa gurih dan lezat.
Tempat populer menikmati Coto Makassar:
Kalau kamu pecinta iga sapi, maka Sop Konro wajib dicoba.
Kuahnya kental dan hitam pekat dari kluwek, disajikan dengan aroma rempah yang khas.
Selain versi kuah, ada juga Konro Bakar, yaitu iga sapi panggang yang dilumuri bumbu konro kental—perpaduan rasa gurih, pedas, dan manis.
Sebagai makanan penutup, jangan lewatkan Es Pisang Ijo, dessert segar khas Makassar.
Terbuat dari pisang raja dibalut adonan hijau lembut dari tepung beras dan daun pandan, lalu disajikan dengan sirup merah dan santan kental.
Minuman ini cocok disantap saat cuaca panas atau setelah menyantap hidangan berat seperti Coto atau Konro.
🔗 Baca juga: Pisang Ijo Evi – Kuliner Khas Makassar Favorit
Mirip dengan Coto, Pallubasa menggunakan daging sapi dan jeroan, tapi kuahnya lebih kental dan gurih karena tambahan parutan kelapa sangrai (pallu).
Biasanya disajikan panas-panas dan kadang ditambah kuning telur mentah di atasnya untuk menambah cita rasa gurih.
Makassar yang dikelilingi laut membuat ikan menjadi bahan utama banyak hidangan.
Salah satunya Ikan Bakar Parape, yaitu ikan segar yang dibakar lalu dilumuri bumbu khas berbahan dasar kecap, bawang merah, dan gula merah.
Rasa manis, pedas, dan gurihnya berpadu sempurna dengan aroma bakaran yang khas.
Untuk variasi makanan ringan, Makassar juga punya Jalangkote, pastel khas isi bihun, kentang, dan sayur dengan sambal cair khas.
Sementara Nasi Kuning Konro cocok untuk sarapan atau makan siang, dengan lauk konro suwir dan sambal khas Makassar.
Setiap makanan khas Makassar mencerminkan budaya, kehangatan, dan kekayaan rasa masyarakat Sulawesi Selatan.
Dari Coto yang legendaris hingga Es Pisang Ijo yang manis menyegarkan, semuanya menawarkan pengalaman kuliner yang tak terlupakan.
Silakan berbagi pendapat Anda tentang artikel ini. Login dengan Facebook untuk berkomentar.